BISNISTANGERANG.COM — Ketertarikan Lita Gunawan pada dunia fesyen telah tumbuh sejak lama. Dari mimpi sederhana memiliki label busana sendiri, Chocochips kemudian lahir dan perlahan berkembang. Pada usia 24 tahun, Lita memulai langkahnya dari sebuah toko kecil dengan satu tujuan: menghadirkan busana perempuan Indonesia yang tak hanya stylish, tetapi juga nyaman dan relevan lintas waktu.
Prinsip itu tetap dijaga hingga kini, seiring perjalanan Chocochips beradaptasi dari brand yang bertumpu pada toko fisik menuju pemain fesyen yang merambah ruang digital, termasuk melalui Shopee.
“Usia Chocochips sudah 18 tahun. Kami belajar bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar sebuah brand tetap hidup,” kata Lita. Transformasi digital, menurut dia, bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya membuka akses yang lebih luas sekaligus memudahkan konsumen menjangkau produk Chocochips.
Perjalanan Chocochips tak berlangsung instan. Lita memulai dari berbagai bazar, membangun relasi dengan pelanggan, hingga akhirnya membuka toko permanen di pusat perbelanjaan. Dalam kurun dua tahun, jaringan Chocochips berkembang menjadi 10 cabang. Bersamaan dengan pertumbuhan itu, tantangan datang silih berganti—dari pengelolaan produksi, keterbatasan modal, hingga manajemen keuangan.
Pengalaman tersebut mendorong Lita membangun fondasi bisnis yang lebih rapi. Sistem kerja disusun melalui SOP, budaya kerja diperjelas, dan komunikasi antar-tim dijaga tetap terbuka. Pengelolaan tim dan arus kas menjadi perhatian utama agar bisnis dapat bertumbuh tanpa kehilangan keseimbangan.
Dalam hal produk, Chocochips menaruh perhatian besar pada kualitas. Material lokal dipilih dengan cermat, didukung proses riset dan pengembangan yang berlapis. Setiap koleksi melewati tahapan detail—mulai dari pemilihan bahan, aksesori, hingga cutting dan sizing yang disesuaikan dengan karakter tubuh perempuan Indonesia.
“Kami ingin produk yang nyaman dipakai berulang kali dan tetap relevan. Karena itu, kami rutin meluncurkan koleksi baru setiap minggu,” ujar Lita.
Perubahan perilaku belanja masyarakat turut memengaruhi arah bisnis Chocochips. Strategi penjualan kemudian diperluas melalui berbagai kanal digital—website, media sosial, hingga e-commerce. Sekitar delapan tahun lalu, Chocochips bergabung dengan Shopee sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar.
Melalui beragam fitur seperti Shopee Live, Shopee Video, Affiliate, hingga data performa toko, Chocochips dapat membaca respons konsumen secara lebih cepat. Pendekatan ini berdampak nyata, salah satunya terlihat dari lonjakan pesanan hingga lima kali lipat saat kampanye 12.12 Birthday Sale.
Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan Chocochips berlangsung konsisten, mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus penyerapan tenaga kerja. Tak hanya di pasar domestik, peluang menjangkau konsumen Asia Tenggara pun terbuka melalui Program Ekspor Shopee, diperkuat oleh berbagai kampanye tematik seperti Finest Brand Day dan peluncuran koleksi spesial Imlek 2025.
editor : Red
