BISNISTANGERANG.COM — Langit malam Jakarta diyakini akan penuh kenangan pada 31 Januari 2026 mendatang. Grup band legendaris Padi Reborn akan menggelar konser bertajuk Dua Delapan di Tennis Indoor Senayan, menandai perjalanan karier mereka selama 28 tahun di industri musik Indonesia.
Bagi para Sobat Padi, konser ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan reuni emosional antara musisi dan pendengarnya yang tumbuh bersama lagu-lagu Padi sejak akhir 1990-an.
Band yang digawangi oleh Fadly (vokal), Piyu (gitar), Yoyo (drum), Rindra (bass), dan Ari (gitar) ini berjanji menghadirkan suguhan yang tak hanya memanjakan telinga, tetapi juga membangkitkan kenangan lama.
Lagu-lagu seperti Mahadewi, Kasih Tak Sampai, dan Sobat akan dihadirkan dengan aransemen baru yang tetap menjaga ruh kehangatan khas Padi.
“Konser ini bukan hanya perayaan, tapi perjalanan batin. Dua puluh delapan tahun bukan waktu yang sebentar, dan kami ingin membalas cinta Sobat Padi lewat panggung ini,” ujar Piyu dalam keterangan resminya.
Pihak promotor mengungkapkan bahwa konser Dua Delapan akan menampilkan konsep panggung imersif dengan teknologi pencahayaan modern yang menggambarkan fase perjalanan Padi, dari masa awal berdiri hingga era kebangkitan mereka sebagai Padi Reborn.
Elemen visual juga akan memainkan peran besar dalam membawa penonton menyusuri nostalgia, menghadirkan suasana konser yang megah dan hangat sekaligus.
Menariknya, Padi Reborn juga akan menampilkan kolaborasi spesial dengan sejumlah musisi muda yang terinspirasi dari karya mereka. Hal ini menjadi simbol regenerasi dalam dunia musik Indonesia, bahwa musik berkualitas tak pernah lekang oleh waktu.
“Kami ingin konser ini juga menjadi ajang lintas generasi, di mana musik jadi jembatan kenangan dan harapan baru,” kata Fadly.
Antusiasme penggemar pun mulai terlihat sejak pengumuman konser dilakukan. Tiket presale akan dibuka pada 25 Oktober 2025, dan diharapkan akan ludes dalam hitungan jam, mengingat basis penggemar Padi yang masih sangat kuat di berbagai daerah.
Tak sedikit Sobat Padi yang mengaku siap datang dari luar kota demi menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
Selain menjadi ajang nostalgia, konser Dua Delapan juga akan menjadi refleksi perjalanan spiritual dan emosional para personel Padi Reborn. Setelah sempat vakum dan kembali dengan semangat baru pada 2018, band ini terus membuktikan eksistensinya dengan karya yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.
“Kami tumbuh bersama Sobat Padi, jatuh bangun, kehilangan, lalu bangkit lagi. Dua Delapan adalah bentuk syukur kami,” tutur Fadly dengan nada haru. Kehangatan yang ingin dibangun lewat konser ini bukan sekadar antara musisi dan penonton, melainkan juga antara masa lalu dan masa kini.
Setiap lagu akan dibawakan dengan narasi dan visual perjalanan yang memperlihatkan bahwa musik adalah bagian dari hidup dan waktu. “Kami ingin semua orang pulang dengan perasaan hangat, merasa pernah muda lagi,” tambah Piyu.
Konser Dua Delapan diyakini akan menjadi malam penting bagi sejarah musik Indonesia, di mana dedikasi, persahabatan, dan cinta pada karya berpadu di satu panggung. Setelah 28 tahun berkarya, Padi Reborn membuktikan bahwa harmoni sejati bukan hanya di lagu, tetapi juga di perjalanan hidup yang dijalani bersama penggemarnya. (san/*) #artwork dok. ig@padiband
