BISNISTANGERANG.COM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Kota Tangerang mendorong para pedagang di Pasar Anyar untuk memanfaatkan aplikasi dan platform e-commerce dalam mengembangkan usahanya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong transformasi digital sektor perdagangan tradisional.
Kepala DisperindagkopUKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan program pembinaan khusus bagi pedagang Pasar Anyar agar mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital.
“Kami akan menganggarkan pembinaan untuk tahun 2026, karena pada 2025 ini kami masih memetakan kebutuhan di lapangan. Namun, perkembangan terakhir menunjukkan banyak pasar yang mulai mengalami penurunan aktivitas, seperti Pasar Ramadhani yang sudah tutup untuk sektor pakaian,” ujarnya, Selasa, 14 Oktober 2025.
Menurut Suli, perubahan tren belanja masyarakat kini semakin bergeser ke ranah digital. Tempat strategis di pasar tidak lagi menjadi jaminan larisnya dagangan, sebab konsumen kini lebih aktif berbelanja melalui media sosial dan e-commerce.
“Sekarang yang efektif adalah siapa yang rajin mengunggah produk atau melakukan siaran langsung di platform seperti TikTok. Itu yang dicari masyarakat saat ini,” tambahnya.
Selain dorongan digitalisasi pemasaran, Disperindag juga memperkuat edukasi terkait sistem pembayaran nontunai di lingkungan pasar. Hampir seluruh pedagang di Pasar Anyar kini sudah menggunakan QRIS sebagai alat transaksi utama.
“Kami sudah lama menganjurkan pedagang menggunakan QRIS karena lebih aman dan praktis. Rata-rata pedagang sudah memakai sistem ini, dan kami berharap transaksi manual bisa semakin berkurang,” jelas Suli.
Disperindag juga secara rutin melakukan sosialisasi penggunaan QRIS di berbagai pasar tradisional di Kota Tangerang.
“Sosialisasi QRIS terus berjalan dan sudah menjadi tren di kalangan pedagang. Jadi, ini bukan lagi sekadar imbauan, tapi sudah menjadi kebutuhan dalam transaksi modern,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Tangerang berharap digitalisasi perdagangan dapat memperluas jangkauan pasar bagi pedagang tradisional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi lokal.
Editor : Sakhiy
