BISNISTANGERANG.COM — Budaya ngopi yang kian mengakar di masyarakat perkotaan melahirkan banyak merek lokal dengan identitas khas. Dari Kota Tangerang, sejak Desember 2025 hadir Kopi Cap Jembatan Berendeng, sebuah usaha kopi rumahan yang mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara sekaligus menjawab gaya hidup masyarakat urban yang semakin akrab dengan kopi.
Usaha ini dirintis oleh Jamaludin Mufid, berlokasi di kawasan Sukasari, Kota Tangerang. Ia mengaku tergerak memulai bisnis kopi setelah melihat tren kedai kopi yang terus berkembang di berbagai sudut kota. “Usaha kopi sekarang jadi tren. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa semua ngopi, ini peluang,” ujar Mufid.
Berbekal peluang tersebut, Mufid menghadirkan kopi dari biji pilihan yang berasal dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia. Jenis yang digunakan pun beragam, mulai dari arabika hingga robusta, untuk menghadirkan karakter rasa yang berbeda bagi setiap penikmat kopi. “Biji kopi yang kami pakai adalah biji pilihan dari Nusantara,” katanya.
Saat ini, produksi Kopi Cap Jembatan Berendeng mencapai 25 hingga 30 kilogram per bulan. Pemasaran dilakukan secara luring dan daring. “Untuk offline kami punya kedai, ikut bazar, dan menitipkan produk di toko oleh-oleh di Kota Tangerang. Untuk online lewat Instagram dan WhatsApp,” jelasnya.
Dari sisi kemasan, kopi ini hadir dalam kemasan 100 gram dengan desain yang dibuat menarik. “Tidak menutup kemungkinan ke depan kami akan menghadirkan beragam ukuran kemasan,” ujar Mufid.
Soal harga, Kopi Cap Jembatan Berendeng dibanderol mulai Rp25.000 hingga Rp1 juta per kilogram untuk varian tertentu. Konsumennya pun datang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta. “Banyak orang dinas di kementerian dan di Kota Tangerang yang menjadikan kopi ini sebagai oleh-oleh,” katanya.
Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan konsumen, Mufid memastikan seluruh produknya telah memenuhi regulasi. “Izin PIRT BPOM sudah terbit dan sertifikasi halal juga sudah lengkap,” tuturnya.
Editor : Red
