Pengungsi Banjir Periuk Dapat Edukasi Penyakit dari Relawan PMI

Nasional

BISNISTANGERANG.COM — Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sejak Minggu 8 Maret 20206 masih menyisakan genangan di sejumlah permukiman warga. Hingga kini, sebagian masyarakat masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di tiga titik, yakni GOR Gembor, Masjid Al Jihad, dan Kantor Kecamatan Periuk.

Menghadapi kondisi tersebut, relawan Satuan Siaga Bencana (SATGANA) dari Kota Tangerang terus melaksanakan operasi Tanggap Darurat Bencana dengan memberikan pelayanan kesehatan serta promosi kesehatan kepada para pengungsi.

Ketua PMI Kota Tangerang Oman Djumansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen sejak awal kejadian banjir untuk memastikan kebutuhan warga terdampak.

“Kami terus melakukan asesmen lanjutan sejak banjir terjadi pada Minggu 8 Maret untuk menentukan kebutuhan dan rencana operasi di lokasi terdampak. Hari ini kami menerjunkan personel SATGANA untuk memberikan pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan kepada warga di pengungsian,” ujar Oman, Rabu 11 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, relawan PMI memberikan edukasi kepada warga terkait berbagai potensi penyakit yang dapat muncul akibat kondisi banjir, baik penyakit menular maupun tidak menular.

Koordinator Lapangan Operasi Tanggap Darurat Bencana PMI Kota Tangerang, Dhani Ricky Nugroho menjelaskan bahwa layanan kesehatan dan edukasi kesehatan diberikan langsung kepada pengungsi yang berada di Aula Kecamatan Periuk serta kantor MUI Kecamatan Periuk yang berada di area yang sama dengan kantor kecamatan.

“Malam ini kami memberikan layanan kesehatan sekaligus promosi kesehatan kepada para pengungsi di Aula Kecamatan Periuk dan kantor MUI Kecamatan Periuk,” kata Dhani.

Ia menjelaskan, relawan PMI juga memberikan edukasi terkait penyakit tidak menular yang berpotensi dialami warga selama berada di pengungsian, seperti hipertensi, diabetes, dan asma.

“Di Kecamatan Periuk kami mengedukasi pengungsi mengenai potensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan asma yang bisa dialami selama masa pengungsian. Kami juga memberikan langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal agar kondisi kesehatan pengungsi tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, PMI juga mengingatkan warga mengenai sejumlah penyakit menular yang kerap muncul saat terjadi banjir, seperti leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), diare, serta penyakit kulit.

“Beberapa penyakit menular yang sering dijumpai saat banjir seperti leptospirosis akibat paparan kencing tikus pada luka juga kami sosialisasikan kepada warga.
Kami mengimbau pengungsi untuk menjaga kebersihan, rutin mencuci kaki, serta menggunakan sepatu boot. Selain itu, kami juga mengingatkan potensi DBD akibat genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, serta risiko diare dan gatal-gatal karena paparan air banjir yang kotor,” jelasnya.

PMI mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan agar dapat segera mendapatkan penanganan.

“Kami mengimbau warga terdampak banjir yang berada di pengungsian agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan dari puskesmas, PMI, atau ke Pos Lapangan di Periuk Damai apabila merasakan gejala penyakit. Dengan begitu, penanganan dapat segera dilakukan agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk,” tutup Dhani.

Editor : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *