BISNISTANGERANG.COM — Festival Cisadane Kota Tangerang kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah. Selain menjadi agenda wisata tahunan yang menyedot ribuan pengunjung, ajang ini dimanfaatkan sebagai etalase bagi produk unggulan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kecamatan.
Di kawasan pameran UMKM, setiap kecamatan menghadirkan produk andalan mulai dari kuliner, minuman, fesyen hingga kerajinan tangan. Ragam produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Stand UMKM Kecamatan Batuceper, misalnya, menawarkan es dawet durian dengan perpaduan gula aren serta tahu gejrot hasil olahan pelaku usaha setempat. Selain produk kuliner, pengunjung juga dapat menemukan aksesori berupa gantungan telepon genggam dan gantungan kunci karya warga lokal.
“Es dawet durian kami menggunakan bahan berkualitas dengan cita rasa yang khas. Porsinya juga melimpah sehingga cocok bagi pecinta durian,” ujar Akro, pelaku UMKM Kecamatan Batuceper.
Sementara itu, stand Kecamatan Cibodas menghadirkan beragam produk busana anak dan makanan olahan dalam kemasan. Sejumlah produk unggulan bahkan telah mengantongi legalitas usaha dan dipasarkan melalui jaringan ritel modern.
“Pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan kuliner seperti cireng, kebab, jus hingga nasi kuning dengan harga mulai Rp10 ribuan,” kata Dini, pelaku UMKM Kecamatan Cibodas.
Di sisi lain, stand Kecamatan Karawaci menawarkan minuman es asem Jawa berbahan buah segar tanpa pemanis buatan, mac and cheese, serta aneka produk fesyen seperti hijab, ciput, dan aksesori kristal.
“Berbagai aksesori dijual mulai Rp5 ribuan, termasuk pilihan hijab dengan harga yang kompetitif,” ujar Nur Rosada, pelaku UMKM Kecamatan Karawaci.
Partisipasi puluhan UMKM dalam Festival Cisadane memperlihatkan semakin berkembangnya ekosistem usaha lokal di Kota Tangerang. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya pengalaman wisata pengunjung, tetapi juga menjadi sarana promosi yang berpotensi memperluas akses pasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan konsumsi produk lokal.
Editor : Red

