Pedagang Mulai Berjualan Lagi di Pasar Anyar Tangerang

Dari Kumuh ke Megah: Pasar Anyar Jadi Pusat Belanja Bersih, Tertata, dan Ramai Lagi

Ekonomi Headline

BISNISTANGERANG.COM — Pasar Anyar Kota Tangerang mulai kembali hidup pascarevitalisasi. Sejak dibuka, kios dan lapak pedagang sudah terisi, dengan transaksi jual beli kebutuhan pokok hingga pangan segar berlangsung ramai, Selasa, 16 September 2025.

Pantauan di lokasi, pasar dipadati pembeli, terutama ibu rumah tangga yang berbelanja sayur, bumbu, hingga daging. Suasana kian semarak seiring kabar dibukanya pasar dengan gedung dan fasilitas modern usai direvitalisasi Kementerian PUPR.

Antusiasme masyarakat yang meningkat turut memacu semangat pedagang, yang kini menempati bangunan baru dengan wajah pasar lebih tertata.

Syofi (55), pembeli dari Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, mengaku takjub atas suasana gedung barunya Pasar Anyar Tangerang. Yakni, lebih nyaman, bersih, megah dan terasa bukan lagi pasar tradisional.

“Perubahan yang signifikan buat saya adalah kebersihan yang lebih terjaga, dan kipas angin yang ada hampir di setiap sudut pasar. Fasilitas ini, membuat saya merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama berbelanja,” ucap Syofi yang tengah berbelanja bumbu.

Hal senada juga dituturkan Ani (41). Menurutnya, setelah direnovasi, atmosfer berbelanja di Pasar Anyar lebih menyenangkan dan elok dipandang mata. “Menyenangkan dan nyaman sekali, terlihat kios-kios tertata rapi sesuai kategori atau jenis dagangan. Buat saya sudah paket lengkap, Pasar Anyar yaitu pasar bersih, nyaman dan pastinya lebih murah,” seru Ani.

Sementara itu, Anton (37) penjual rempah-rempah mengaku senang dengan keadaan Pasar Anyar yang semakin hari semakin ramai dan lapaknya kian terisi. Anton yakin, setelah direvitalisasi Pasar Anyar dapat menjadi wadah peningkatan ekonomi untuk usahanya.

“Dengan gedung lama yang kumuh saya sudah delapan tahun berjualan dan itu ramai pembeli. Saya yakin, dengan gedung baru yang lebih bersih dan nyaman ini akan lebih ramai dibanding sebelumnya. Walau sekarang prosesnya masih perlahan,” harap Anton.

“Di samping itu, kolaborasi pedagang dan manajemen atau pengelola bisa sama-sama kita tingkatkan. Sehingga, pembeli bisa terus meningkat dan pedagang lebih sejahtera,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *