Jelang Ramadan, Imigrasi Soetta Perketat Pengawasan Umrah Mandiri dan Cegah TPPO

Headline Nasional

BISNISTANGERANG.COM – – Menjelang Ramadan, arus keberangkatan umrah melalui Bandara Soekarno-Hatta diprediksi meningkat signifikan. Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memperketat pengawasan guna mengantisipasi potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) yang kerap berkedok perjalanan ibadah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan pihaknya telah menggagalkan ribuan keberangkatan sejak akhir tahun lalu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI yang terindikasi berangkat secara nonprosedural.

“Kita setidaknya telah menggagalkan keberangkatan 1.900 sejak akhir tahun lalu. Dengan fenomena yang terjadi beberapa waktu ke belakang, banyak pemulangan dari Kamboja, mungkin dari Myanmar juga,” ujarnya pada Rabu, 11 Desember 2026.

Ia menyebut fenomena pemulangan WNI dari sejumlah negara menjadi perhatian serius. Karena itu, pengawasan serta sinergi dengan instansi terkait terus diperkuat.

“Nah, kita otomatis lebih merapatkan barisan dengan stakeholders terkait juga. Jadi setidaknya kami menerima pengajuan Subject of Interest,” jelasnya.

Menurutnya, individu yang pernah terafiliasi atau memiliki keterkaitan dengan kasus serupa akan dimasukkan ke dalam daftar pengawasan khusus. Sistem keimigrasian akan memberikan peringatan otomatis saat yang bersangkutan mencoba bepergian ke luar negeri.

“Jadi terhadap mereka yang terafiliasi ataupun pernah ikut, ataupun mungkin ada kaitan, itu kami masukkan ke dalam list Subject of Interest. Jadi ketika mungkin mereka berangkat, itu akan ada alert di sistem, baik itu Autogate ataupun pemeriksaan manual, dan dari situ kita melakukan pencegahan,” katanya.

Selain pengawasan berbasis sistem, koordinasi lintas instansi juga diperkuat. Imigrasi menjalin komunikasi intens dengan Polresta Bandara dan BP3MI.

“Setidaknya Polresta, kemudian BP3MI, dan kita menjalin komunikasi intens. Ini sedang berjalan, kita akan ada kerja sama meluncurkan PMI Lounge di T3 (Terminal 3),” ungkapnya.

PMI Lounge tersebut nantinya akan melibatkan BP3MI untuk memperkuat pendampingan calon pekerja migran Indonesia. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang pengawasan sekaligus edukasi agar masyarakat tidak terjebak praktik nonprosedural.

“Tunggu tanggal mainnya, di mana nanti itu juga akan mengait teman-teman BP3MI untuk lebih intens di situ. Seperti itu,” pungkasnya.

Editor : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *