BISNISTANGERANG.COM — Festival Sijalu yang ke-10 tahun kembali digelar. Kali ini, acara silaturahmi jawara dan ulama yang dibalut dengan berbagai acara kebudayaan itu dihelat di Lembaga Penyalur Kerja (LPK) Gyokai Indonesia di Perum Pesona Wibawa Praja, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Sabtu 30 Agustus 2025.
Berbagai pertunjukan dari komunitas kebudayaan ditampilkan. Mulai dari pencak silat dan tari-tarian yang diiringi musik tradisional hingga kesenian debus. Selain itu, dalam acara tersebut turut diisi dengan seminar kebangsaan yang diikuti peserta baik dari komunitas pencak silat, para siswa SMK Gyokai, dan masarakat umum.
“Festival Sijalu yang ke 10 ini memang dikemas agak berbeda kita isi dengan materi kebangsaan. Sehingga jawara dan ulama ini membuat persatuan yang berkebangsaan dan paham arti Kebhinekaan,” kata Ceo Gyokai Teguh Pambudi kepada awak media.
Teguh juga menuturkan, LPK Gyokai yang juga mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gyokai ini merasa perlu memberikan karakter kebudayaan kepada para siswanya. Karena menurutnya, antara pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan.
Lebih dari itu, ia juga ingin antara dunia industri dan pendidikan bisa selaras dengan kebudayaan. Sebab, budaya memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai, norma, dan sikap yang membentuk karakter seseorang.
“Jadi memang di acara festival ini kita selipkan kebudayaan dan pendidikan kebangsaan, karena kita juga ingin meminimalisir anak-anak agar tidak melakukan hal yang belum pantas seperti ikut demo, makanya kita berikan pemahaman tentang pendidikan kebudayaan dan kebangsaan,” tuturnya.
Sementara, Bidang Deputi Kebangsaan Lemhanas RI Mayjen TNI. Dr. Rido Hermawan yang menjadi pemateri pendidikan kebangsaan sangat mengapresiasi digelarnya Festival Sijalu ke-10. Kata dia, pendidikan tentang nilai-nilai kebangsaan perlu diberikan guna menyatukan pemikiran konsep berkebangsaan kepada masyarakat luas.
“Saya sangat apresiasi apalagi di Festival Sijalu ke 10 ini turut digagas tentang pendidikan berkebangsaan dan ini perlu kita lakukan bersama untuk menyatukan pemikiran tentang konsep berkebangsaan baik kepada jawara dan ulama dan masyarakat,” tandasnya.
Editor : Sakhiy

