Pedagang dan Pembeli di Pasar Anyar Keluhkan Kenaikan Harga Cabai

Bisnis Headline

BISNISTANGERANG.COM — Harga sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang, mengalami kenaikan signifikan di Pasar Anyar sejak 29 November. Pedagang menyebut lonjakan ini terjadi hampir merata pada berbagai jenis sayuran, tak hanya komoditas utama.

Kholifa, pedagang sayuran setempat, mengatakan hampir seluruh komoditas mengalami penyesuaian harga, termasuk sayuran daun seperti kangkung dan bayam. Ia menegaskan bahwa kenaikan kali ini jauh lebih tajam dibanding hari-hari biasa.

Bawang merah yang semula dijual Rp35.000 kini melonjak menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau mengalami kenaikan paling ekstrem dari Rp30.000 menjadi Rp70.000.

Cabai rawit merah bahkan naik lebih tinggi, dari kisaran Rp50.000 menjadi Rp90.000 per kilogram, memaksa pedagang menyesuaikan harga jual demi menutupi modal.

“Kalau naiknya wajar sih nggak apa-apa. Ini kan dari Rp40.000–Rp50.000 jadi Rp90.000 kan hampir 100% naik,” jelasnya.

Meski berbagai komoditas naik, harga cabai keriting tercatat stabil di angka Rp60.000, sama seperti bulan sebelumnya. Stabilitas ini menjadikan cabai keriting pilihan alternatif bagi pembeli yang ingin menekan pengeluaran.

Menurut Kholifa, kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru sebenarnya merupakan pola tahunan. Namun tahun ini lonjakannya jauh lebih besar sehingga memengaruhi daya beli. Banyak pelanggan mengurangi volume pembelian, membuat omzet pedagang turun hingga sekitar 20 persen.

Dari sisi konsumen, keluhan juga muncul. Ida, ibu rumah tangga, mengaku terkejut dengan kenaikan harga cabai yang hampir dua kali lipat dari harga normal.

Ia menduga cuaca ekstrem dan banjir berperan dalam menekan pasokan. Kenaikan ini membuatnya harus menyesuaikan penggunaan cabai dalam masakan guna menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Ida berharap pemerintah dapat menekan laju kenaikan harga yang dinilai terlalu tinggi. Menurutnya, kenaikan wajar masih dapat diterima, namun lonjakan mendekati 100 persen membebani masyarakat.

Kenaikan bahan pokok menjelang akhir tahun kembali menjadi isu kritis bagi pedagang dan konsumen. Publik berharap pemerintah dapat segera melakukan intervensi agar stabilitas harga tetap terjaga dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional tidak terganggu.

Editor : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *