BISNISTANGERANG.COM — Industri tekstil di Kota Tangerang kembali menghadapi tekanan berat. Salah satu pabrik tekstil tertua, PT Kurabo Manunggal Textile Industries (Kumatex), dipastikan akan memindahkan operasionalnya ke Jawa Tengah sebagai bagian dari langkah efisiensi biaya produksi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang, Ismail, membenarkan rencana relokasi tersebut. Menurutnya, keputusan ini diambil manajemen perusahaan setelah mempertimbangkan ketatnya persaingan industri tekstil, terutama dari produk impor yang lebih murah.
“Persaingan tekstil ini berat. Kemungkinan mereka mencari efisiensi biaya, termasuk upah minimum sektoral (UMSK) yang di Tangerang relatif tinggi. Di Jawa Tengah, biaya tenaga kerja dan harga lahan lebih rendah, sehingga bisa menekan cost produksi,” ujar Ismail.
Ia menambahkan, tekanan global juga menjadi faktor utama. Masuknya produk tekstil impor, khususnya dari China, membuat industri dalam negeri semakin sulit bersaing dari sisi harga.
Ratusan Karyawan Terancam Terdampak
Relokasi pabrik yang berlokasi di kawasan Cikokol tersebut berpotensi berdampak pada ratusan karyawan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian jumlah tenaga kerja yang akan dipindahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Jumlahnya bisa ratusan. Tapi belum bisa dipastikan, mana yang dipindah dan mana yang akan di-PHK,” ungkapnya.
Koordinasi dengan APINDO dan Disnaker
Ismail menjelaskan, pihak Kumatex telah menyampaikan rencana relokasi kepada Apindo dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses administratif dan koordinasi terkait dampak ketenagakerjaan.
“Mereka sudah menginformasikan ke Apindo dan Disnaker terkait kondisi operasional yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan di sini,” jelasnya.
Relokasi Ditargetkan Agustus
Keputusan relokasi disebut bukan langkah mendadak, melainkan hasil kajian mendalam dari manajemen perusahaan. Dengan kondisi industri yang terus tertekan, perusahaan memilih mencari alternatif lokasi produksi yang lebih kompetitif.
“Ini keputusan manajemen setelah kajian panjang. Tidak bisa tiba-tiba pindah, pasti sudah diperhitungkan. Rencananya relokasi dilakukan sekitar Agustus,” katanya.
Editor : Red

