BISNISTANGERANG.COM — Di tengah gempuran produk hijab massal yang beredar di pasar domestik, Auli Mustlima memilih jalan yang berbeda. Alih-alih bermain di ranah harga murah dan desain generik, merek asal Tangerang ini menempatkan diri sebagai penyedia hijab dengan nilai estetika tinggi, kenyamanan pemakaian, serta narasi di balik setiap motifnya.
Pemilik Auli Mustlima, Auli Aryana, mengungkapkan bahwa bisnis ini dirintis dari keresahan sekaligus semangat untuk menghadirkan pilihan hijab yang tidak pasaran bagi para muslimah, atau yang akrab disapa Bunda dalam komunikasi pemasaran merek tersebut.
“Kami melihat potensi pasar lokal di Tangerang cukup besar, sementara kebutuhan akan produk hijab berdesain eksklusif — yang nyaman dipakai sehari-hari sekaligus memiliki jiwa dan cerita unik di setiap motifnya — belum banyak terpenuhi,” ujar Auli.
Konsistensi Kualitas dan Storytelling Jadi Kunci Bertahan
Di tengah persaingan industri fesyen muslim yang semakin ketat, Auli Mustlima menempatkan konsistensi kualitas produk dan kekuatan storytelling sebagai fondasi eksistensi bisnisnya. Perusahaan membangun ikatan emosional dengan pelanggan melalui tema-tema koleksi yang bermakna, seperti inspirasi alam hingga kearifan lokal budaya Nusantara.
Selain itu, kedekatan dengan pelanggan turut dijaga melalui layanan yang ramah, dibarengi transparansi bahan baku agar konsumen merasa yakin dan puas terhadap setiap produk yang dibeli.
Desain Eksklusif hingga Bahan Adem Jadi Andalan
Dari sisi produk, Auli Mustlima mengedepankan sejumlah keunggulan yang membedakannya dari kompetitor. Desain koleksi memadukan motif alam, lanskap, hingga sentuhan etnik yang dirancang tidak pasaran. Dari sisi material, perusahaan menggunakan bahan premium yang jatuh, lembut di kulit, dan tidak panas saat dikenakan beribadah.
Detail potongan di bagian wajah turut menjadi perhatian khusus, dirancang presisi agar pas dan rapi sehingga tidak mengganggu kenyamanan pemakai saat beraktivitas. Faktor harga yang dinilai reasonable turut menjadi salah satu daya tarik produk ini di mata konsumen.
Proses Produksi Terstruktur dengan Pengawasan QC Ketat
Dari hulu ke hilir, proses produksi Auli Mustlima dilakukan secara terstruktur, mulai dari pemilihan bahan baku premium, pengembangan ide pola dan motif eksklusif, hingga tahap penjahitan. Dalam menjalankan proses ini, perusahaan memberdayakan penjahit lokal dan pengrajin berpengalaman.
Untuk menjaga standar produk sebelum sampai ke tangan konsumen, perusahaan menerapkan pengawasan quality control (QC) yang ketat guna memastikan kerapihan jahitan tetap terjaga.
Bermain di Segmen Menengah hingga Premium
Soal harga, produk hijab Auli Mustlima ditawarkan pada kisaran menengah hingga premium yang diklaim kompetitif dibandingkan kualitas yang ditawarkan. Penentuan harga didasarkan pada sejumlah pertimbangan, di antaranya kualitas bahan baku, kerapihan jahitan, keunikan desain eksklusif, storytelling, hingga nilai tambah layanan yang diterima konsumen.
Strategi Hybrid, Andalkan Media Sosial dan WA Broadcast
Dalam memasarkan produknya, Auli Mustlima menerapkan strategi hybrid yang memadukan jalur online dan offline. Media sosial seperti Instagram dan TikTok dimanfaatkan untuk membangun kesadaran merek (awareness), sementara pesan langsung dan WhatsApp Broadcast digunakan untuk menjaga keakraban dengan pelanggan setia.
Menurut Auli, jalur online — khususnya media sosial dan layanan pesan langsung — menjadi kanal paling efektif karena memfasilitasi komunikasi dua arah yang personal dengan konsumen.
Editor : Red

