BISNISTANGERANG.COM — Kepulangan jemaah haji Kloter 1 Kota Tangerang menyimpan berbagai kisah haru. Salah satunya datang dari Nursiah (65), warga Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, yang berhasil menuntaskan ibadah haji seorang diri setelah suaminya meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Nursiah mengaku dirinya bersama sang suami telah mendaftar haji sejak 2013. Namun, setelah menunggu antrean selama bertahun-tahun, suaminya wafat pada 2021 sehingga tidak sempat berangkat ke Tanah Suci.
“Kita niat baik, Allah berkehendak lain,” kata Nursiah.
Ia menuturkan, kepergian suaminya menjadi ujian berat karena keduanya telah lama menabung demi mewujudkan impian berhaji bersama. Nursiah pun masih mengingat momen terakhir sebelum suaminya meninggal dunia secara mendadak saat menghadiri acara walimatul arus.
Seusai ditinggal sang suami, Nursiah sempat menawarkan kepada anak-anaknya untuk mendampingi dirinya berhaji. Namun, dari lima anak yang dimilikinya, belum ada yang siap ikut berangkat.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menunaikan rukun Islam kelima. Ia memilih berangkat sendiri dengan penuh keyakinan dan tawakal.
Pengalaman menjalankan umrah seorang diri pada 2023 juga membuatnya semakin percaya diri menjalani ibadah haji tanpa pendamping.
“Alhamdulillah bisa bawa koper sendiri, tawaf sendiri,” ujarnya.
Selama berada di Madinah, Nursiah mengaku lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah. Ia berhasil menyelesaikan salat Arbain serta mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali.
“Sampai khatam 11 kali di Madinah,” katanya.
Setibanya di Makkah, semangat ibadahnya tetap berlanjut. Ia kembali menuntaskan tadarus Al-Qur’an hingga empat kali khatam selama di kota suci tersebut.
Di tengah seluruh rangkaian ibadah, Nursiah juga tidak pernah lupa mendoakan almarhum suaminya. Ia menghadiahkan pahala ibadah sunah yang dijalankan selama berhaji untuk sang suami.
“Saya tawaf sunah, sa’i sunah, itu saya niatin buat suami,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan ibadah haji, kondisi kesehatannya relatif baik. Keluhan baru muncul menjelang kepulangan ke Indonesia ketika dirinya mengalami pilek dan muntah-muntah saat menuju pesawat.
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, Nursiah tetap bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah hajinya dapat diselesaikan dengan lancar.
“Arbain bisa, khatam Quran bisa, tawaf ifadah dan tawaf wada bisa saya jalani. Saya banyak bersyukur kepada Allah,” tuturnya.
Editor : Red

