PSEL Mandiri Kota Tangerang Masuki Tahap Pembebasan Lahan

PSEL Mandiri Kota Tangerang Masuki Tahap Pembebasan Lahan

Headline Nasional

BISNISTANGERANG.COM — Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) mandiri di Kota Tangerang terus berproses. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan pembebasan lahan sebagai langkah awal menuju pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi, mengatakan kebutuhan lahan untuk pengembangan PSEL diperkirakan mencapai minimal lima hektare. Menurut dia, anggaran pembebasan lahan telah disiapkan dan proses pengadaannya kini tengah berjalan.

“Secara alokasi anggaran sudah ada, cuma memang proses pengadaannya masih berjalan. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” katanya kepada wartawan, Selasa.

Ia menjelaskan, pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan anggaran pada perubahan APBD apabila kebutuhan pembebasan lahan masih belum terpenuhi seluruhnya.

Rusdi menuturkan, penguasaan lahan baik secara fisik maupun administrasi menjadi prioritas utama agar proyek dapat segera masuk ke tahapan lelang pembangunan.

Menurut dia, proses lelang ditargetkan dapat dilakukan paling lambat pada tahap ketiga setelah seluruh persyaratan dasar dinyatakan lengkap.

Pembangunan PSEL secara mandiri, lanjutnya, dinilai lebih efektif dibandingkan harus bergabung dengan daerah lain. Selain mempertimbangkan efisiensi biaya operasional, pengelolaan dan pengawasan proyek juga dinilai akan lebih mudah apabila berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Tangerang.

“Kalau kegiatannya terpusat di daerah lain, biaya operasional juga akan lebih besar. Kendalinya juga lebih sulit dibandingkan kalau berada di wilayah sendiri,” ujarnya.

Untuk lokasi pembangunan, kawasan Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung, disebut menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan. Lokasi tersebut dinilai masih memiliki ruang pengembangan untuk kebutuhan pengolahan sampah di masa mendatang.

Rusdi mengatakan kebutuhan pengelolaan sampah diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah di Kota Tangerang. Karena itu, ketersediaan lahan yang memadai dianggap penting untuk mendukung peningkatan kapasitas PSEL ke depan.

Selain pembangunan fisik, ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi proyek. Menurut dia, Dinas Lingkungan Hidup perlu melakukan komunikasi sejak awal agar warga memahami sistem pengelolaan sampah modern yang akan diterapkan.

Rusdi mencontohkan pengelolaan sampah berbasis teknologi seperti di TPA Benowo yang dinilai mampu meminimalkan dampak bau meski berada dekat dengan kawasan permukiman.

Ia berharap teknologi pengolahan sampah yang digunakan di PSEL Kota Tangerang nantinya dapat berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan pencemaran bagi masyarakat sekitar.

Editor : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *