BISNISTANGERANG.COM — Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa pembangunan kota tidak cukup bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga harus disertai upaya menyiapkan generasi yang sehat dan bergizi. Pemenuhan gizi seimbang, menurut dia, merupakan investasi penting untuk mencetak generasi yang cerdas, berkualitas, dan berdaya saing.
Penegasan itu disampaikan Sachrudin saat membuka Festival Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (27/10).
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak sebatas menyediakan makanan agar orang tidak lapar, melainkan memastikan setiap asupan menunjang kesehatan serta tumbuh kembang. Kesadaran untuk memilih dan mengolah pangan bergizi, kata dia, harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kita harus memikirkan masa depan dan generasi penerus. Makanan yang disajikan tidak hanya untuk mengenyangkan, tetapi juga harus bergizi dan seimbang. Banyak bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan bergizi baik,” kata Sachrudin.
Menurut dia, kecukupan gizi berperan besar dalam mendukung pertumbuhan fisik, kemampuan belajar, hingga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, edukasi tentang pola konsumsi pangan sehat perlu terus diperluas sehingga menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.
“Harapan kita, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak hanya sehat fisiknya, tetapi juga cerdas, sehingga kelak mampu meraih masa depan yang lebih baik serta hidup bahagia dan sejahtera,” ujarnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat, Sachrudin menyatakan Pemkot Tangerang mendukungnya melalui penguatan edukasi pangan yang sejalan dengan semangat B2SA. Menurut dia, kedua upaya itu memiliki tujuan yang sama, yakni memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program MBG harus kita dukung dan kita selaraskan dengan program daerah. Yang terpenting, makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang,” kata dia.
Sachrudin juga mengingatkan bahwa terpenuhinya gizi tidak ditentukan oleh banyaknya makanan, melainkan oleh keseimbangan asupan sesuai kebutuhan tubuh. Masyarakat, lanjutnya, perlu memahami pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Pembangunan bukan hanya soal gedung megah atau infrastruktur yang baik. Kita juga harus membangun manusianya, sebab kualitas sumber daya manusia sangat berkaitan dengan pemenuhan gizi. Makanan harus cukup, tidak berlebihan, dan yang terpenting seimbang,” ucapnya.
Editor : Red

