BISNISTANGERANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menetapkan langkah siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kekeringan setelah hasil pemetaan menunjukkan Kecamatan Batuceper berstatus “Awas”, sementara Kecamatan Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang berada pada status “Waspada” berdasarkan indikator curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi tersebut menjadi dasar BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah pemangku kepentingan untuk mempersiapkan Surat Keputusan (SK) Siaga Hidrometeorologi Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, meski hingga saat ini belum ada laporan masyarakat mengenai krisis air bersih, pemerintah daerah memilih mengambil langkah mitigasi sejak dini agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.
“Kita mengundang berbagai OPD dan stakeholder untuk membahas penetapan SK Siaga Hidrometeorologi Kekeringan. Di sejumlah daerah di Provinsi Banten sudah ada wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Di Kota Tangerang kondisinya masih cukup baik, tetapi kita harus menyiapkan langkah mitigasi sejak sekarang,” kata Mahdiar.
Menurut dia, hasil kajian bersama BMKG, OPD, serta instansi terkait menunjukkan perlunya status siaga sebagai bentuk peringatan dini bagi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pemangku kepentingan hingga masyarakat.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan menggunakan air secara bijak, menghindari pembakaran sampah, serta mengantisipasi potensi kebakaran akibat sumber api di lingkungan sekitar.
“Kalau muncul api dalam skala kecil tentu bisa segera ditangani warga. Namun apabila sudah membesar, segera laporkan kepada BPBD agar bisa segera dilakukan penanganan,” ujarnya.
Selain mengedukasi masyarakat, BPBD juga menyiapkan berbagai langkah teknis sebagai bagian dari mitigasi. Upaya tersebut meliputi pendataan sumber-sumber air yang tersedia, pemanfaatan pompa air yang telah dibangun Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), hingga kesiapan mobil tangki air bersih apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Mahdiar mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga menyatakan siap memberikan bantuan distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan di wilayah tertentu.
“Kita berharap kondisi itu tidak terjadi, tetapi seluruh kesiapan harus tetap disiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Wilayah Belum Terjangkau PDAM Jadi Perhatian
Mahdiar menuturkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, wilayah yang telah terlayani jaringan PDAM diperkirakan masih relatif aman selama pasokan air baku dari Sungai Cisadane tetap terjaga.
Ia menyebut, berdasarkan informasi dari PDAM, kondisi air baku masih mencukupi karena wilayah hulu Sungai Cisadane masih menerima curah hujan.
Namun demikian, pemerintah tetap memberi perhatian khusus terhadap kawasan yang belum terjangkau jaringan perpipaan PDAM, terutama di wilayah timur Kota Tangerang.
Menurut Mahdiar, perluasan jaringan distribusi air masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk proses perizinan pada beberapa titik. Persoalan tersebut akan didorong penyelesaiannya bersama instansi terkait agar akses air bersih masyarakat semakin luas.
Warga Diminta Segera Melapor Jika Mengalami Krisis Air
BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun lurah setempat agar kebutuhan penanganan dapat segera dipetakan. Meski demikian, masyarakat juga dapat langsung menghubungi layanan darurat 112 maupun BPBD Kota Tangerang.
“Kami siap menerima laporan masyarakat apabila ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih ataupun kondisi kedaruratan lainnya agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” kata Mahdiar.
Editor : Red

