Garuda Indonesia Sajikan Lebih dari 300 Kuliner Nusantara di Udara

Garuda Indonesia Sajikan Lebih dari 300 Kuliner Nusantara di Udara

Bisnis Headline

BISNISTANGERANG.COM — Maskapai nasional Garuda Indonesia terus berupaya memperkenalkan kekayaan gastronomi Nusantara yang salah satunya dilaksanakan melalui program Garuda Culinary Experience  yang merupakan program pengembangan pengalaman bersantap di udara bagi para pengguna jasa.

Adapun melalui program tersebut, hingga saat ini, Garuda Indonesia telah menghadirkan lebih dari 300 pilihan hidangan khas berbagai daerah di Indonesia pada layanan penerbangan domestik dan internasional.

Adapun berbagai ragam kuliner yang disajikan mulai dari rendang dan sayur kapau khas Minangkabau, ayam betutu dan sate lilit Bali, hingga kudapan tradisional seperti serabi Solo dan kue gandos tersebut dikembangkan melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan kekhasan cita rasa daerah, preferensi pelanggan, serta standar kualitas dan penyajian makanan selama penerbangan.

Melalui Garuda Culinary Experience, ragam hidangan dikelompokkan dalam empat kategori utama, yakni Signature of Garuda Indonesia, Culinary Heritage Selection, Signature Warm Delight, dan Garuda Chef in the Sky. Adapun  pilihan menu yang disajikan pada penerbangan disesuaikan berdasarkan rute, durasi penerbangan, hingga kelas layanan.

Pada kategori Signature of Garuda Indonesia, ragam kuliner khas Nusantara dihadirkan secara khusus pada seluruh penerbangan internasional Garuda Indonesia, baik di kelas First Class, Business Class, maupun Economy Class. Pilihan hidangannya terinspirasi dari kekayaan cita rasa berbagai daerah, mulai dari rendang, sayur kapau, dan sambal hijau khas Minangkabau hingga ayam betutu, sate lilit, nasi daun jeruk, dan sambal matah khas Bali.

Sementara itu, Culinary Heritage Selection menghadirkan hidangan yang terinspirasi dari tradisi kuliner Nusantara, seperti Lontong Padang dan Nasi Uduk Semur Ayam yang dihidangkan antara lain pada penerbangan domestik berdurasi lebih dari 90 menit.

Untuk penerbangan domestik berdurasi kurang dari 90 menit, kategori Signature Warm Delight menawarkan pilihan kudapan tradisional dalam penyajian yang lebih praktis, seperti serabi Solo, martabak telur mini, siomay tenggiri, hingga kue gandos.

Pilihan menu tersebut diperbarui secara berkala, yakni setiap tujuh hari pada penerbangan domestik dan setiap satu hingga tiga bulan pada penerbangan internasional, dengan mempertimbangkan karakteristik layanan dan kebutuhan pelanggan. Lebih lanjut, proses kurasi menu juga turut memperhatikan pemilihan bahan, komposisi bumbu, serta teknik pengolahan agar cita rasa khas Indonesia tetap dapat dinikmati secara optimal selama penerbangan.

Lebih lanjut, saat ini Garuda Indonesia juga tengah mengembangkan konsep Garuda Chef in the Sky untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih personal bagi pelanggan First Class dan Business Class pada penerbangan internasional berdurasi lebih dari enam jam. Melalui konsep ini, Chef on Board dipersiapkan untuk dapat menyesuaikan pilihan hidangan dengan preferensi pelanggan melalui ragam bahan, rempah, dan bumbu yang tersedia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan bahwa pengembangan Garuda Culinary Experience  tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan maskapai dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai pengalaman perjalanan udara.

“Kekayaan kuliner Indonesia bukan sekadar keberagaman rasa, melainkan bagian dari identitas budaya yang merepresentasikan cerita setiap daerah. Melalui Garuda Culinary Experience, kami ingin menjadikan pengalaman bersantap di udara sebagai kesempatan bagi pelanggan untuk mengenal lebih dekat kekayaan gastronomi Nusantara,” ujar Thomas.

Menurut Thomas, kehadiran sajian khas Indonesia juga memiliki makna tersendiri dalam memperkuat pengalaman perjalanan pelanggan, khususnya pada jaringan penerbangan internasional.   

“Bagi pelanggan Indonesia, cita rasa Nusantara dapat menjadi pengobat rindu akan rumah. Sementara bagi pelanggan mancanegara, setiap sajian menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenal Indonesia, bahkan sebelum tiba di destinasi,” lanjutnya.

Ke depan, Garuda Indonesia akan terus mengembangkan dan memperkaya pilihan hidangan Nusantara dengan mempertimbangkan preferensi pelanggan, konsistensi kualitas layanan, serta karakteristik setiap penerbangan.

“Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, peran Garuda Indonesia tidak hanya terbatas menghadirkan konektivitas antardestinasi, namun juga untuk menjadi gerbang pertama etalasi budaya Indonesia. Melalui kekayaan kuliner Nusantara, kami ingin memperkuat Indonesian Hospitality sebagai identitas yang membedaan Garuda Indonesia di panggung global. Bagi kami, setiap penerbangan bukan sekadar menghubungkan Indonesia dengan dunia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekuatan identitas bangsa kepada dunia,” tutup Thomas.

Editor : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *