Kembangkan Ekosistem Kreatif, Pelaku Ekraf 13 Kecamatan di Tangerang Dibekali Jurus Menembus Pasar

Kembangkan Ekosistem Kreatif, Pelaku Ekraf 13 Kecamatan di Tangerang Dibekali Jurus Menembus Pasar

Ekonomi

BISNISTANGERANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memperkuat daya saing produk lokal dengan membekali para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dari 13 kecamatan melalui pelatihan strategi pengembangan produk dan pemasaran digital, Selasa (11/8/2026).

Langkah strategis yang berlangsung di Gedung Seni Budaya Kota Tangerang ini difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Tangerang, Y. Teguh Heryadi, menyampaikan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada operasional usaha peserta, baik yang baru merintis maupun yang sedang berekspansi.

“Kami ingin para pelaku ekraf tidak hanya memahami teori, tetapi bisa langsung mengimplementasikannya. Perbaikan branding, pembuatan konten yang relevan, hingga optimalisasi media sosial harus berujung pada peningkatkan pendapatan usaha,” ujar Teguh di Tangerang, Selasa.

Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi lintas disiplin untuk membedah strategi hilirisasi produk ekraf. Dr. Siti Dewi Sri Ratna Sari dari Binus University memaparkan strategi komunikasi pemasaran untuk membangun identitas jenama. Sementara itu, strategi pembuatan konten kreatif disajikan oleh penggiat ekraf brand Findmeera, Findy Oktavian Apriati. Dari sisi akses pasar, Kasubdit Pemasaran dan Komersialisasi Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif, Meilisa Putri Zerlindayanti, mengupas tuntas teknik penetrasi pasar digital.

Teguh menegaskan bahwa pembinaan tidak berhenti pada sesi pelatihan semata. Pemkot Tangerang berkomitmen melanjutkan penguatan ekosistem ekraf melalui serangkaian fasilitasi lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha.

“Ke depan, para peserta yang telah terdata akan diarahkan ke program pembinaan tingkat lanjut, seperti fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sertifikasi profesi, hingga perluasan jaringan promosi dan pameran pasar,” kata Teguh menambahkan.

Editor : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *